Postingan

Siapa manusia ?

Siapa manusia ? Beraninya meminta, beraninya mencerca. Siapa manusia ? Bicara bagai desingan peluru yang mematikan Siapa manusia ? Membenarkan ego menjadi kebenaran Siapa manusia ? Berbisik seakan sempurna Siapa manusia ? Menghakimi seperti tanpa cela Siapa manusia ? Menuntut tanpa berkaca Siapa manusia ? Berlari dan menginjak tanpa peduli Siapa manusia ? Siapa manusia ? Siapa manusia ? Tapi itu pilihan, manusia bisa memilih tanpa menghakimi Siapa manusia ?

HUJAN

Rabu, 26 Desember 2012 Hujan bukan karna hujan aku sembunyi, bukan karna hujan aku berlari, bukan karna hujan aku menangis, hujan bagaikan kehidupanku yang penuh luka, terus jatuh tanpa jedda, tanpa menyisahkan sedikitpun keindahan yang pernah ada hujan seperti memukulku bertubi tubi hujan seperti mencaci ku berkali kali hujan seperti perlahan membunuhku,, tanpa sisa,, tanpa belas kasihan tanpa kesempatan,, hujan jatuh dari tempat tertinggi, aku jatuh terhempas oleh hujan hujan yang kurasakan bagaikan tusukan pedang tanpa henti,, tanpa atap, tanpa pohon berteduh tanpa payung bahkan tanpa apapun menusuk kepala, membuat luka yang basah dan tak mengering,, karna hujan terus turun tanpa henti,,

TUHAN AKU SUDAH GILA

tuhan aku sudah gila Tuhan,, mungkin aku sudah gila sekarang,, otaku sudah acak-acakan pikiranku sudah terbuang jauh ke awan tak ada logika yang ku lihat benar bahkan aku tidak melihat kalau aku gila sekarang Tuhan bagaimana ini hambaMu ini sedang gila tidak ada pikir panjang tidak ada masa depan gelap Tuhan orang itu penyebab aku menjadi gila dan kalang kabut manusia menyebalkan itu Tuhan, dia sangat sukses membuatku mengacak ngacak dan menghapus semua kebenaran, yang mana Tuhan,,? yang mana yang benar.. aku seperti berada di atas pohon tanpa akar rapuh dan sebentar lagi akan roboh, dan jurang dibawah pohon itu telah menganga Tuhan, siap memakan semua kegilaan yang ada,,  Tuhan aku sudah gila sekarang aku tidak lagi bisa membedakan mana sedih dan gembira mana tangis dan mana tawa semua terlihat sama Tuhan hingga aku menjadi semakin sangat muak aku ingin muntah mengeluarkan semua isi perut dan isi kegilaanku Peluk aku Tuhan peluk aku  aku sedang gila sekarang aku membu...

Surat Terbuka Untuk Orang Tua Yang Anaknya Kami Didik

Kepada orang tua yang percaya menitipkan anak anak kalian kepada kami untuk di didik, terima kasih karna memberikan kesempatan ini. Dengan segala kekurangan dan sedikit ilmu yang kami miliki, kami ingin membagi hal hal baik kepada ‘anak anak’ kami.  Ya anak kami, kami berperan sebagai orang tua ketika kami mendidik anak anak kalian, kami memberikan semua perhatian yang anak-anak kalian butuhkan. Kami akan berusaha terus semangat untuk tetap menjaga semangat 'anak-anak’ kami walaupun kadang semangat kami sendiri pun kendur karna lelah, tapi kami tidak ingin terlihat lelah karna kami pun tak ingin mereka lelah dalam belajar. Kepada orang tua yang sudah menitipkan amanah kepada kami, kami hanya ingin berkata bahwa kami bukan manusia super yang mampu mengubah anak-anak didik kami menjadi pintar dalam sekejap, atau menjadi baik dalam sehari, atau menjadi orang yang sukses dalam satu tahun, bahwa kami sangat berusaha untuk itu. Tapi tidakkah kalian tau bahwa orang tua juga s...

Untukmu yang selalu ku sebut dalam doa

Betapa aku selalu terisak kala meminta kepada Tuhan agar aku dapat bersua kepadamu setiap saat. Betapa aku selalu hanya bisa meneteskan bulir bulir air saat aku malu pada Tuhan karna kamu terus ku minta. Tidak jarang aku merajuk pada Tuhan karna doa ku tak juga jadi nyata. Aku pernah mencoba tidak menyebutmu dalam obrolanku dengan Nya, tapi Tuhan tau hatiku menyebutmu. Saat ini aku merasa Tuhan menyuruhku untuk berhenti menyebutmu dalam doa. Bukan tanpa rasa sesak tapi berkali kali aku mencoba menarik nafasku ini. Tapi seringkali aku merasa seperti ini dan kemudian semua kembali seperti semula. Kamu adalah ketidakpastian yang aku impikan, walau kadang ada rasa ragu kau menginginkanku juga. Tapi Tuhan tau kau kembali ku sebut dalam sujud.

LUCUNYA BIROKRASI DI NEGERI INI

Jadi cerita ini berawal dari informasi yang gu dapet dari ibu ibu posyandu yang katanya pembuatan akte lagi gratis, ( Bukannya emang gratis ya #rutukdalamhati). Nah karna dari pengalaman ade gua yang bikin akte bayar 500 ribu (dicaloin ama bidan) gua sumringah juga dapet kabar ini. Akhirnya dengan tekad baja gua menyatakan akan bikin akte kelahiran. Setelah cari informasi ke kelurahan C*k*ng T*m*r akhirnya gua di kasih tau syarat syaratnya. 1.        Surat Nikah orang tua ( kalo yang ga punya surat nikah bisa di ganti sama pernyataan di atas matrai 6000, nama orang tua di KTP dan surat nikah harus sama ya, kalo g sama lagi2 bakal pake surat pernyatataan) 2.        Surat pengantar RT sampe kelurahan ( di kelurahan bisa 1 minggu niy jadinya pengantar) 3.        Surat keterangan lahir dari bidan/atau RS tempat kita lahir, nah kalo kita lahir di dukun gimana tuh? Ato surat lahir kita udah ilan...

DE WINST " Sebuah Novel pembangkit Idealisme"

Gambar
Penulis                  : Afifah Afra Tebal halaman        : 325 Penerbit                 : Afra Publishing kelompok penerbit Indiva media Kreasi Tahun terbit             : 2008 Sebuah novel karya Afifah Afrah yang bercerita tentang kehidupan seorang sarjana ekonomi dari universitas Leiden, RM Rangga Puruhita. Seorang anak dari bangsanwan Kasunan surakarta yang pulang dan menyadari bahwa tanah airnya kini dalam keadaan yang menyedihkan. Rangga dengan kehidupannya yang mapan namun tidak membuatnya lupa bahkan bersikap hedon karna Seorang Rangga adalah seorang yang amat halus perasaannya , budi pekertinya tidak terpengaruh oleh waktu yang ia habiskan di negeri penjajah belanda . Usai menamatkan sarjana ekonomi dari universitas Leiden, Rangga kembali ke hindia belanda untuk mempraktekan ilmu yang ia miliki demi ke...